Yo gaes, kali ini gue bakal review film yang lagi rame diperbincangkan akhir-akhir ini, dan
bahkan tidak sedikit juga kontroversi yang terjadi saat penayangan film ini. Yaitu
Joker.

Film yang disutradai oleh Todd Philips dan diproduseri oleh
Todd Philips, Bradley cooper, Emma Tillinger Koskoff dan naskah film yang
ditulis oleh Todd Philips dan Scott silver ini sukses membuat gue
terkagum-kagum sepanjang film, mulai dari segi cerita yang sangat mencuci otak,
Cinematografi yang sangat keren, alur cerita yang tak terduga, dan masih banyak lagi yang bakal gue bahas dibawah ini.
Tapi sebelumnya Spoiler Alert buat yang belum nonton film ini karena gue bakal menyinggung beberapa scene inti dari film ini. Oke cekidot.....
Jadi film joker ini sendiri diadaptasi dari DC comics. Yang jujur gue sendiri gak pernah ngikutin DC universe, dan gak tau apa-apa tentang superhero atau villain dari DC, karena gue anaknya marvel banget hehehe.
Dan gue nonton filmnya karena emang dari trailernya itu menarik banget untuk ditonton, dimana konsepnya itu sangat berbeda banget dari film superhero yang lainnya, latar waktunya sendiri diawali pada tahun 80'an yang menceritakan sosok Arthur Fleck (joker) yang awalnya tuh orang baik-baik, tetapi menjadi jahat yang disebabkan oleh lingkungannya sendiri.
Dan saat gue tonton filmnya. BOOM. Ternyata keren banget dan sangat direkomendasikan untuk di tonton. Pertama, film ini sangat berbeda dengan film superhero lain, yang dimana kebanyakan mengambil dari sudut pahlawan, tetapi film ini mengambil dari sisi villain. Yang ternyata dibalik sosoknya yang menjadi jahat, ternyata ada alasan yang tepat yang ngebuat dia menjadi seperti itu.
Terus kedua, yang bikin film ini jadi menarik yaitu film ini sedikit banget adegan actionnya. dan itu menambah daya tarik tersendiri. Karena kita tau bersama, biasanya film superhero itu bagus karena efek CGI yang keren dan jurus-jurus memukau yang dikeluarkan oleh superhero. Tapi lu gak bakal nemuin adegan seperti itu di film ini. Jadi kalau lu ber-ekspetasi ada adegan kejar-kejaran yang keren dan yang sejenisnya, mending lu buang deh ekspetasi itu. karena gak bakal ada.
Berarti film ini jelek dong?, masa film superhero gak ada adegan actionnya dan segala macem. Eitt tunggu dulu. Semua itu akan terbayarkan oleh alur cerita yang disuguhkan di film ini. Dimana building up karakternya itu dapet, gore nya juga dapet, bahkan sampai penyakit jiwa dari sosok arthur fleck itu sendiri, seolah-olah kita juga ngalamin hal yang sama dengan dia. Penasaran? makanya nonton wkwk.
Dan disini gue juga merangkum beberapa hal yang membuat gue suka dan kagum sama film ini, yaitu :
1. Akting yang totalitas.
Gue kalau menonton sebuah film, pasti yang gue nilai pertama itu adalah alur ceritanya. Tetapi di film ini berbeda, Joaquin Phoenix sukses ngebuat gue jadi lebih merhatiin dia, No homo loh ya..., kenapa gue lebih concern sama sang aktor tersebut?, karena kualitas aktingnya dia tuh keren banget dan sangat niat menurut gue, dan itu ngebuat sosok arthur fleck (joker) itu sendiri bad vibesnya dapet, sosok kelamnya arthur tuh kena di penonton dan bisa ngebuat penonton juga merasakan hal yang sama dengan yang si arthur alami ini.
Contohnya pada saat arthur tertawa yang dimana itu khasnya dari joker itu sendiri, dan itu cocok banget. apalagi si arthur fleck ini kan mempunyai penyakit pseudobulbar affect (PBA), yang dimana dia suka mendadak tertawa, padahal dia tuh sebenarnya lagi sedih atau gugup. Nah disini tuh Joaquin phoenix sukses memeragakan itu, dimana dia tertawa terbahak-bahak tetapi matanya tuh keliatan banget kalau lagi sedih. Terus juga di adegan si arthur menari-nari telanjang dada, dan tulang-tulangnya tuh sampe kelihatan gitu, kurus kering. itu sih totalitas banget dia sampe ngebentuk badan yang kurus kering kayak gitu
2. Penciptaan karakter dan alur
cerita yang bisa bikin mental breakdown
Jadi hal kedua yang gue suka dari film ini yaitu
penciptaan karakter Arthur fleck itu sendiri, yang dimana dimulai dari bawah, saat dia itu masih baik, sampai dia menjadi seorang joker, itu sih dapet banget, penonton pun dibuat iba oleh si karakter Arthur fleck itu sendiri. Dan kenapa gue bilang bisa bikin
mental breakdown?, Ya karena kondisi kehidupan Arthur fleck itu sendiri yang
dimana dia kehilangan pekerjaan karena teman sendiri, dihina atau dijadikan bahan lelucon oleh komedian
idolanya di acara televisi, sampai dibohongi oleh mamanya sendiri bahwa dia itu
anak dari Thomas wayne, padahal dia tuh Cuma anak angkat doang, dan
parahnya lagi, yang membuat Arthur fleck jadi sakit jiwa karena perlakuan
mantan suami dari ibunya (penny fleck) yang menyiksa Arthur saat masih kecil
sampe membuat saraf otaknya rusak.
Karena
dengan fakta-fakta itulah yang ngebuat Arthur menjadi benci dengan lingkungannya dan membunuh orang-orang yang mengkhianati dia, termasuk ibu angkatnya sendiri (Penny Fleck).
Dan disitu tuh gue ngerasa setuju sama apa yang dilakuin oleh Arthur, padahal kita tau membunuh itu sendiri perbuatan yang tidak baik, tapi disaat yang bersamaan kita merasa arthur tuh pantas untuk ngebunuh mereka semua, dan bahkan sampe menjadi sosok Joker itu sendiri. Emang cuci otak banget nih film wkwk.
3. Cinematografi dan skoring musik
yang sangat pas dengan cerita.
Dan terakhir yang ngebuat gue
suka sama film ini itu sinematografinya, yang dimana banyak banget
adegan-adegan yang kayak slow motion
atau kayak stay doang gitu yang
sebenarnya itu tuh jarang banget dipake dalam film superhero atau sejenisnya,
dan tone warna dalam film ini pas aja gitu sama konsep filmnya, apalagi latar
tahun 80’an gitu, keren deh pokoknya. Dan dari skoring musiknya juga keren
menurut gue, awalnya sih gue gak terlalu merhatiin musiknya, tapi pas saat di
akhir-akhir cerita film, skoring musiknya pas banget buat ngebangun emosi yang
terjadi di dalam film.
Jadi itulah beberapa hal yang buat gue jadi suka sama film ini dan sangat rekomendasi banget untuk kalian tonton. Tapi kalau kalian mau nonton film ini, gue saranin mending cek dulu deh mood kalian, takutnya kalau mood kalian lagi jelek terus nonton film ini dan merasa hidup kalian sama kayak yang dialamin oleh arthur fleck, nanti kalian ikutan dandan jadi badut segala lagi. Kan gak lucu pas kita lagi nonton enak-enak di bioskop terus tiba-tiba ada orang yang telanjang dada lari ke depan layar sambil tari tor-tor dengan muka badutnya. hahahaha


Mantapp bang
BalasHapusGua sih Yes.. Lohe lohe
BalasHapusHiya hiya
HapusMantap gans, give away dong..
BalasHapusNih ale-ale
Hapus