Kali
ini saya akan membahas sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan. Di era
revolusi 4.0 sekarang ini, yang dimana teknologi dan informasi sudah luas dan secara
bebas bisa diakses dimana saja, tentunya ini merupakan keuntungan dan memiliki
banyak manfaat untuk masyarakat di Indonesia. Jika kita rewind kembali disaat teknologi belum seperti sekarang ini, dimana
jika kita ingin membeli sesuatu barang, tentu kita harus pergi ke pasar/mall
dulu, atau jika kita ingin naik transportasi umum, kita harus pergi ke pinggir
jalan dulu untuk memanggil ojek, bajaj atau kendaraan lainnya. Tetapi sekarang
dengan menggunakan smartphone saja,
kita bisa mengakses semua itu dan bisa membeli tanpa harus capek-capek pergi
keluar lagi.
Dengan
teknologi yang sudah merambat ke segala bidang, tentunya teknologi dipastikan
akan masuk di dunia pendidikan juga. Adanya kehadiran e-learning di pendidikan kita, ini diharapkan dapat mampu menjawab
sebuah tantangan pendidikan kita, dan bisa meminimalisir pendidikan kita yang
belum begitu baik.
Pembelajaran
e-learning pun memang sangat bagus
dan efektif untuk diterapkan pada proses pembelajaran. Dan dibeberapa sekolah
di Indonesia pun sudah banyak yang menerapkan sistem ini.
Seperti
yang dilansir oleh RadarMalang.id, sejumlah SMA dan SMK yang berada di Malang
mulai menerapkan e-learning dalam
pembelajaran di kelas, misalnya saja pada sekolah SMKN 3 Malang yang menerapkan
sistem ini, dengan memanfaatkan salah satu aplikasi yaitu edmodo, aplikasi ini digunakan untuk mengasah kemampuan berbicara
dan menulis bahasa Inggris, untuk menunjang pembelajaran siswa.
E-Learning
memang sangat bagus untuk diterapkan, mengingat bahwa kurikulum 2013 ini
menuntut siswa untuk aktif di kelas, dan guru sebagai fasilitator bagi peserta
didik, maka dari itu dengan e-learning ini,
peserta didik bisa lebih aktif dan bahkan bisa berfikir kritis.
Namun
e-learning sendiri pun tidak lepas
dari kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Kelebihannya tentu dapat membuat
pembelajaran lebih menarik dan tidak terkesan monoton dan bisa lebih melibatkan
siswa pada proses pembelajarannya, tetapi dari sisi kelemahannya guru tidak
dapat memberikan integritas maksimal kepada siswanya, dan tidak semua guru
bahkan siswa pun dapat menggunakan media e-learning
dengan baik.
Dalam
pendidikan kita pun masih memiliki jurang pembatas antara pendidikan di
kota-kota besar dan di daerah/pedesaan. Pendidikan yang ada di kota-kota besar
mungkin dapat memaksimalkan e-learning ini
dengan baik, dengan segala fasilitas dan SDM yang ada. Beda jika dibandingkan
dengan pendidikan yang di daerah/pedesaan, tidak sedikit sekolah yang belum
mempunyai fasilitas yang baik, infrastruktur yang belum merata, bahkan bisa
jadi guru dan peserta didiknya belum terlalu mengetahui tentang teknologi dan
lain-lain. Tentu pemerintah harus melakukan pemerataan infrastruktur terlebih
dahulu jika ingin menerapkan sistem e-learning
ini, jadi tidak hanya sekolah yang di kota besar saja, tetapi di daerah pun
bisa merasakan sistem ini.
Jika
dilihat dari sistem pembelajarannya, tidak selamanya guru bisa menggunakan e-learning di setiap proses
pembelajarannya atau di semua mata pelajaran. Walaupun e-learning sangat baik digunakan, setidaknya guru hanya menggunakan
sistem ini sebesar 40%, dan sisanya memakai metode seperti biasa atau bertatap
muka. Memang sistem e-learning sangat
bagus untuk meningkatkan pengetahuan dan karakter siswa, tetapi interaksi juga
sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, guna memberikan emosi kepada siswa
dan perhatian khusus dari seorang guru. Maka dari itu, guru harus pandai
menyeimbangkan itu.
Terlepas
dari semua itu, kehadiran e-elearning ini
dapat memberikan banyak dampak positif kepada pendidikan, dan tentu ini harus
terus diterapkan dan ditingkatkan oleh pemerintah, jika pemerataan pendidikan
kita sudah baik, dan semua sekolah di Indonesia dapat menerapkan e-learning ini, maka tentu ini bisa
meningkatkan SDM kita nantinya.
👍👍👍
BalasHapus