Happy Birthday…. Happy Birthday…. Happy Birthday to me…
Sfx: Clapping…
Ya,
hari ini gue ulang tahun. Sekarang genap sudah umur gue bertambah menjadi 23
tahun. Hmm…, Tapi angka 23 kan ganjil ya..? Oke gue ganti kalimatnya, jadi ganjil
sudah umur gue yang ke-23 tahun. Eh tapi kok gak enak ya didengernya. Ah sudahlah,
daripada paragraf ini jadi panjang cuma gara-gara masalah ganjil atau genap
doang, intinya hari ini gue berulang tahun.
Mungkin
sebagian orang berpikir hari ulang tahun adalah hari yang paling bahagia. Semua
teman-teman mengucapkan, orang tua memberikan hadiah terbaik, entah hadiah yang
kita sukai atau mengajak kita liburan ke tempat yang kita impikan. Pasangan
bisa menjadi orang pertama yang mengucapkan, bahkan saat waktu menunjukkan
pukul 00.01, biasanya orang terdekat kita akan mengucapkannya. Tentu ini adalah
momen yang menyenangkan.
Tapi
tidak semua merasakan itu. Gue yakin diluar sana juga banyak yang mengisi hari ulang
tahunnya dengan kekosongan. Dalam artian, yaudah. Kayak hari biasa aja gitu. Tidak
ada ucapan dari teman-teman. Tidak ada yang berebut untuk siapa yang mengucapkan pertama kali.
tidak ada kue yang diterima. Dan masih banyak hal-hal kosong lainnya.
"Dan pertanyaanya, berada dimanakah
gue sekarang? Apakah yang pertama atau yang kedua?".
Well.., Jujurly (caelah biar kek anak jaksel yekan), semakin
bertambahnya umur, gue merasa tidak
terlalu peduli dengan berapa banyak atau ada dan tidaknya ucapan-ucapan yang
diberikan (padahal ngarep) atau semua hadiah yang dikasih (padahal gak ada),
toh ulang tahun gue sebelum-sebelumnya pun diisi dengan kesendirian. Setidaknya
7 tahun terakhir.
Bagaimana
dengan perayaan? Hmm… seingat gue ya gak pernah, cuma gue pernah liat di album
foto pas umur gue masih 1, itulah perayaan ulang tahun terakhir gue. Dan
tentunya ingatan gue belum sampe situ, jadi gue gak tau gimana rasanya, atau semenyenangkan
apa. Bahkan sweet seventeen pun yang dimana
tidak sedikit orang yang merayakannya dengan mewah atau sederhana, dengan sekedar
mengundang beberapa temannya untuk makan-makan di rumah, karaoke bareng, atau main
bareng. Gue? Ya cukup dengerin kumpulan album Rex Orange Country di Spotify sambil makan Chuba rasa balado.
Terlihat
menyedihkan bukan? Tapi sebenarnya tidak juga. Untuk orang yang seumuran sama
gue, hari ulang tahun sudah bukan lagi tentang seberapa banyak ucapan yang
diterima hingga membuat story whatsapp kita
terlihat titik-titik, atau semewah apa hadiah yang didapat, atau seberapa romantis
pesan dari pasangan kita. Tapi lebih
kepada problematika atau pencapaian dalam hidup ini.
Asekk, berat banget ya bahasanya.
Untuk
orang yang didewasakan oleh keadaan, kita pasti selalu berpikir untuk menjadi
pribadi yang lebih baik tiap harinya. Apalagi setelah satu tahun umur berlalu,
hal apa saja yang sudah kita lakukan sebelumnya? Apakah banyak buruknya atau
baiknya? Berapa banyak waktu yang kita sia-siakan? Pencapaian apa saja yang
sudah kita terima? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang bisa membuat
isi pikiran kita sangat ramai hingga membuat kita susah untuk tidur. karena semua
permasalahan yang sedang terjadi atau belum terjadi pun semua berkumpul menjadi
satu.
Jadi
definisi hari ulang tahun bagi gue sekarang sudah bukan lagi tentang
kebahagiaan, tapi lebih kepada peringatan atau sebagai bahan untuk bermuhasabah.
But, I’m always grateful to people who pray for me on
my birthday. Karena kita semua pasti punya orang-orang yang selalu mendoakan
kita bukan? Apalagi di hari spesial kita. So
Thanks a bunch, I really appreciate. And I
wanna thank me for sure, who always try to be stronger than you think, who
always supporting me in any situation.
Once again, Happy Birthday to me…..
Happy birthday Ijal
BalasHapusSiap,thanks Ika
Hapus