Senin, 28 Maret 2022

Sepotong Kue

Happy Birthday…. Happy Birthday…. Happy Birthday to me…

Sfx: Clapping…

Ya, hari ini gue ulang tahun. Sekarang genap sudah umur gue bertambah menjadi 23 tahun. Hmm…, Tapi angka 23 kan ganjil ya..? Oke gue ganti kalimatnya, jadi ganjil sudah umur gue yang ke-23 tahun. Eh tapi kok gak enak ya didengernya. Ah sudahlah, daripada paragraf ini jadi panjang cuma gara-gara masalah ganjil atau genap doang, intinya hari ini gue berulang tahun.

Mungkin sebagian orang berpikir hari ulang tahun adalah hari yang paling bahagia. Semua teman-teman mengucapkan, orang tua memberikan hadiah terbaik, entah hadiah yang kita sukai atau mengajak kita liburan ke tempat yang kita impikan. Pasangan bisa menjadi orang pertama yang mengucapkan, bahkan saat waktu menunjukkan pukul 00.01, biasanya orang terdekat kita akan mengucapkannya. Tentu ini adalah momen yang menyenangkan.

Tapi tidak semua merasakan itu. Gue yakin diluar sana juga banyak yang mengisi hari ulang tahunnya dengan kekosongan. Dalam artian, yaudah. Kayak hari biasa aja gitu. Tidak ada ucapan dari teman-teman. Tidak ada yang berebut untuk siapa yang mengucapkan pertama kali. tidak ada kue yang diterima. Dan masih banyak hal-hal kosong lainnya.

"Dan pertanyaanya, berada dimanakah gue sekarang? Apakah yang pertama atau yang kedua?".

Well.., Jujurly (caelah biar kek anak jaksel yekan), semakin bertambahnya umur, gue merasa tidak terlalu peduli dengan berapa banyak atau ada dan tidaknya ucapan-ucapan yang diberikan (padahal ngarep) atau semua hadiah yang dikasih (padahal gak ada), toh ulang tahun gue sebelum-sebelumnya pun diisi dengan kesendirian. Setidaknya 7 tahun terakhir.

Bagaimana dengan perayaan? Hmm… seingat gue ya gak pernah, cuma gue pernah liat di album foto pas umur gue masih 1, itulah perayaan ulang tahun terakhir gue. Dan tentunya ingatan gue belum sampe situ, jadi gue gak tau gimana rasanya, atau semenyenangkan apa. Bahkan sweet seventeen pun yang dimana tidak sedikit orang yang merayakannya dengan mewah atau sederhana, dengan sekedar mengundang beberapa temannya untuk makan-makan di rumah, karaoke bareng, atau main bareng. Gue? Ya cukup dengerin kumpulan album Rex Orange Country di Spotify sambil makan Chuba rasa balado.

Terlihat menyedihkan bukan? Tapi sebenarnya tidak juga. Untuk orang yang seumuran sama gue, hari ulang tahun sudah bukan lagi tentang seberapa banyak ucapan yang diterima hingga membuat story whatsapp kita terlihat titik-titik, atau semewah apa hadiah yang didapat, atau seberapa romantis pesan dari pasangan kita. Tapi lebih kepada problematika atau pencapaian dalam hidup ini.

Asekk, berat banget ya bahasanya.

Untuk orang yang didewasakan oleh keadaan, kita pasti selalu berpikir untuk menjadi pribadi yang lebih baik tiap harinya. Apalagi setelah satu tahun umur berlalu, hal apa saja yang sudah kita lakukan sebelumnya? Apakah banyak buruknya atau baiknya? Berapa banyak waktu yang kita sia-siakan? Pencapaian apa saja yang sudah kita terima? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang bisa membuat isi pikiran kita sangat ramai hingga membuat kita susah untuk tidur. karena semua permasalahan yang sedang terjadi atau belum terjadi pun semua berkumpul menjadi satu.

Jadi definisi hari ulang tahun bagi gue sekarang sudah bukan lagi tentang kebahagiaan, tapi lebih kepada peringatan atau sebagai bahan untuk bermuhasabah.

But, I’m always grateful to people who pray for me on my birthday. Karena kita semua pasti punya orang-orang yang selalu mendoakan kita bukan? Apalagi di hari spesial kita. So Thanks a bunch, I really appreciate. And I wanna thank me for sure, who always try to be stronger than you think, who always supporting me in any situation.

Once again, Happy Birthday to me…..

 

 

 

2 komentar:

Sepotong Kue

Happy Birthday…. Happy Birthday…. Happy Birthday to me… Sfx : Clapping… Ya, hari ini gue ulang tahun. Sekarang genap sudah umur gue bert...